rekomendasi jasa aqiqah jakarta selatan

Penafsiran Aqiqah

Aqiqah berasal dari bahasa Arab yang maksudnya“ mengaqiqahkan anak ataupun menyembelih kambing aqiqah”.

Bagi bahasa, aqiqah maksudnya memotong ataupun memisahkan.

Bagi para ulama, penafsiran aqiqah secara etimologis yakni rambut kepala balita yang berkembang sejak lahirnya.

Secara sebutan, arti aqiqah terdapat sebagian komentar ulama, antara lain:

Bagi Sayyid Sabiq, Aqiqah merupakan sembelihan yang disembelih buat anak yang baru lahir.

Bagi Imam Taqiyuddin Abu Bakar bin Muhammad Al- Husaini, Aqiqah merupakan nama suatu yang disembelihkan pada hari ketujuh, ialah hari mencukur rambut kepalanya yang diucap Aqiqah dengan menyebut suatu yang terdapat hubunganya dengan nama tersebut.

Bagi jumhur ulama mengartikan kalau aqiqah ialah menyembelih hewan pada hari ketujuh dari hari lahirnya seseorang anak baik pria ataupun wanita.

Baca Juga : http://nur-aqiqah.com/paket-aqiqah-jakarta-selatan-2019.html

Bagi Abdullah Nashih Ulwan, aqiqah berarti menyembelih kambing buat anak pada hari ketujuh kelahirannya.

Bagi Drs. R. Abdul Aziz dalam bukunya Rumah Tangga Senang Sejahtera, berkata kalau aqiqah merupakan menyembelih kambing buat menyelamati balita yang baru lahir serta sekalian memberikannya bagaikan sedekah kepada fakir miskin.

Tidak hanya komentar ulama di atas, Rasulullah Shallallahu`alaihi Wa Sallam pula menarangkan penafsiran aqiqah dalam sabdanya:

عَنْسَمُرَةَبْنِجُنْدَبٍاَنَّرَسُوْلَاللهِصقَالَ:كُلُّغُلاَمٍرَهِيْنَةٌبِعَقِيْقَتِهِتُذْبَحُعَنْهُيَوْمَسَابِعِهِوَيُحْلَقُوَيُسَمَّى

“ Dari Samurah bin Jundab ia mengatakan: Rasulullah bersabda: Tiap balita tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan( kambing) untuknya pada hari ke 7, dicukur serta diberi nama.”

[Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’ I 7/ 166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/ 7- 8, 17- 18, 22, Angkatan darat(AD) Darimi 2/ 81, serta lain- lainnya]

Dari penjelasan diatas bisa ditarik kesimpulan kalau aqiqah merupakan rangkaian aktivitas memperingati kelahiran anak dengan menyembelih hewan bertepatan dengan mencukur rambut kepala anak dan membagikan nama anak yang dicoba pada hari ketujuh.

Hukum Aqiqah

Ulama berbeda komentar tentang status hukum aqiqah.

Bagi Daud Adz- Dzahiri serta pengikutnya aqiqah hukumnya harus, sebaliknya bagi jumhur ulama hukum aqiqah merupakan sunnah.

Bagi Abu Bakar Jabir Al- Jazairi dalam bukunya Minhajul Muslim, berkata kalau hukum aqiqah merupakan sunnah muakkad untuk orang yang sanggup melaksanakannya, ialah untuk orang tua anak yang dilahirkan

Imam Abu Hanifah menetapkan kalau hukum aqiqah merupakan ibadah maksudnya tidak harus serta tidak sunnah.

Perbandingan itu terjalin sebab berbeda dalam menginterpretasikan arti serta iktikad hadist Nabi Muhammad Shallallahu`alaihi Wa Sallam yang diriwayatkan dari Samurah tersebut.

Baca Juga : Game Puzzle Untuk PC

Bagi Imam Ahmad iktikad dari perkata;“ kanak- kanak itu tergadai dengan aqiqahnya”, dalam hadist tersebut yakni kalau perkembangan anak itu, baik tubuh ataupun kecerdasan otaknya, ataupun pembelaannya terhadap bunda ayahnya pada hari kiamat hendak tertahan, bila bunda ayahnya tidak melakukan aqiqah menurutnya.

Komentar tersebut pula diiringi Al- Khattabi serta didukung oleh Ibn Qoyyim.

Apalagi Ibn Qoyyim menegaskan, kalau aqiqah itu berperan buat membebaskan anak yang bersangkutan dari godaan setan.

Dalil Aqiqah

Sebagian hadits yang jadi dasar disyariatkannya aqiqah antara lain:

عَنْسَمُرَةَبْنِجُنْدَبٍاَنَّرَسُوْلَاللهِصقَالَ:كُلُّغُلاَمٍرَهِيْنَةٌبِعَقِيْقَتِهِتُذْبَحُعَنْهُيَوْمَسَابِعِهِوَيُحْلَقُوَيُسَمَّى

“ Dari Samurah bin Jundab ia mengatakan: Rasulullah bersabda: Tiap balita tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan( kambing) untuknya pada hari ke 7, dicukur serta diberi nama.”

[Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’ I 7/ 166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/ 7- 8, 17- 18, 22, Angkatan darat(AD) Darimi 2/ 81, serta lain- lainnya]

أَنَّعَائِشَةَأَخْبَرَتْهَاأَنَّرَسُولَاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَأَمَرَهُمْعَنْالْغُلَامِشَاتَانِمُكَافِئَتَانِوَعَنْالْجَارِيَةِشَاةٌ

Dari Aisyah ia mengatakan: Rasulullah bersabda:“ Balita pria diaqiqahi dengan 2 kambing yang sama serta balita wanita satu kambing.”

[Shahih, Hadits Riwayat Ahmad( 2/ 31, 158, 251), Tirmidzi( 1513), Ibnu Majah( 3163), dengan sanad hasan]

عَنْابْنِعَبَّاسٍأَنَّرَسُولَاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَعَقَّعَنْالْحَسَنِوَالْحُسَيْنِكَبْشًاكَبْشًا

Dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah bersabda:“ Mengaqiqahi Hasan serta Husain dengan satu kambing serta satu kambing.”

[HR Abu Dawud( 2841) Ibnu Jarud dalam kitab al- Muntaqa( 912) Thabrani( 11/ 316) dengan sanadnya shahih sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Daqiqiel‘ Ied]

عَنْعَمْرِوبْنِشُعَيْبٍعَنْاَبِيْهِعَنْجَدّهِقَالَ،قَالَرَسُوْلُاللهِصمَنْاَحَبَّمِنْكُمْاَنْيَنْسُكَعَنْوَلَدِهِفَلْيَفْعَلْعَنِاْلغُلاَمِشَاتَانِمُكَافِئَتَانِوَعَنِاْلجَارِيَةِشَاةٌ

Dari‘ Amr bin Syu’ aib dari bapaknya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda:“ Barangsiapa diantara kamu yang mau menyembelih( kambing) sebab kelahiran balita hingga hendaklah dia jalani buat pria 2 kambing yang sama serta buat wanita satu kambing.”

[Sanadnya Hasan, Hadits Riwayat Abu Dawud( 2843), Nasa’ I( 7/ 162- 163), Ahmad( 2286, 3176) serta Abdur Razaq( 4/ 330), serta shahihkan oleh al- Hakim( 4/ 238)]

Hewan Aqiqah

Di Indonesia, hewan aqiqah yang umumnya diseleksi antara lain:

Kambing

Kambing banyak disinggung dalam sebagian hadist. Bagi sebagian komentar di golongan ulama mazhab Syafi’ i, beraqiqah memakai kambing hendak lebih afdhal dibandingkan dengan fauna yang lain.

Domba

Domba sempat dipergunakan oleh baginda Rasulullah Shallallahu`alaihi Wa Sallam, kala mengaqiqahkan cucunya Hasan serta Husain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *